HITSPOKER.NET


PERI99.COM

BANDAR DOMINO QQ

Puluhan Ribu Warga Karo Siap Untuk Turun Melawan FPI



Situs Bandar Kartu - FPI mungkin tidak tahu menyangkut soal adat dan budaya Orang Karo bisa sangat sensitif bila hal ini diganggu.

Bila FPI yg notabene beradat Arab mengusiknya dikhawatirkan akan terjadi bentrokan besar antara FPI dan warga Karo
Masyarakat BATAK terkusus masyarakat karo merasa sangat terhina dan dilecehkan oleh salah satu ormas ke agamaan yang beberapa waktu lalu melakukan unjuk rasa menuntut BPK ditutup.

Berbagai reaksi keras pun langsung bermunculan di media sosial dan di warung2 kopi tempat dimana biasa masyarakat karo ber interaksi, berbagai kalangan masyarakat karo mengutuk keras tindakan ormas tersebut.

Poker Online Indonesia - Beberapa pemuda karo mengaku di media sosial cukup emosi dengan tindakan ormas tersebut, dia menambahkan bahwa di deli serdang suku karo bukan pendatang dan BPK adalah makanan khas karo yang sudah turun-temurun ada.

Pemuda karo baik yang ada di deli serdang, pancur batu sekitarnya, kota medan dan pemuda karo dari Tanah karo simalem mengaku sangat-sangat siap untuk melibas gerombolan ormas yang merusak tatanan keberagaman yang selama ini sudah terjalin mesra.

“Jangan hanya akibat ulah segelintir Ormas dan antek-anteknya, izin RM BPK Tesalonika dicabut. Apabila RM BPK Tesalonika ditutup secara sepihak, kita dan puluhan ribu anggota siap turun ke Kabupaten Deliserdang untuk menuntaskan masalahnya,” kata Paham kepada Sora Sirulo kemarin

Judi Online Bola - Sebelumnya, berita tentang massa FPI yang berdemo di Deliserdang yang menuntut agar RM BPK (Babi Panggang Karo) ditutup, dengan cepat menyebar luas, khususnya di media sosial.

Sontak muncul beragam status dan komentar serta meme-meme yang menyinggung prilaku FPI, apalagi hal ini terjadi pada RM BPK yang nota bene dimiliki oleh orang Karo.
Suku Karo sebagai bangsa taneh (pribumi) di Deliserdang merasa apa yang dilakukan oleh FPI ini sebagai wujud penjajahan, karena terjadi di rumah sendiri.

Subscribe to receive free email updates: