HITSPOKER.NET


PERI99.COM

BANDAR DOMINO QQ

Untuk Lancarkan Tujuannya Ini, Eksponen HMI Ancam Demo Besar pada 25 November

Untuk Lancarkan Tujuannya Ini, Eksponen HMI Ancam Demo Besar pada 25 November


AGEN POKER Imbauan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian serta beberapa ulama supaya tak ada lagi tindakan demo berkaitan masalah sangkaan penistaan agama, direspon tidak sama oleh ormas yang mengatasnamakan Gerakan Eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka malah dengan cara lantang menyampaikan akan mengadakan demo dengan massa semakin banyak di banding 4 November. Ormas ini adalah paduan alumni HMI serta anggota yang masihlah aktif.

" Tindakan 25 November gagasannya bakal mengerahkan massa yang semakin besar. Tujuan tindakan kita tak akan di Istana tetapi ke MPR serta DPR, " tutur satu diantara Advokat HMI M Yusuf Sahide dalam diskusi bertopik 'Kasus Ahok Sasar Jokowi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (17/11).

Dia menyatakan, tindakan ini akan melibatkan kader HMI aktif. " Sesudah adik adik kami keluar (kader HMI yang di tangkap) hari ini, kami gagasannya bakal lakukan tindakan yang serupa pada tanggal 25 November. Tuntutan tetaplah serupa yakni menuntut keadilan atas penistaan agama, " tutur Yusuf.

Pihaknya akan tidak membiarkan masalah ini berlalu demikian saja meskipun Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah diputuskan tersangka.

" Kita selalu kawal, karna ini pertama kalinya seseorang pemimpin lakukan penistaan agama. Ini bakal kita desak selalu untuk dituntaskan serta mesti dikerjakan, " kata Yusuf.

SITUS BANDAR KARTUMereka miliki agenda lain, bukan sekedar masalah sangkaan penistaan agama yang menyeret nama Ahok, namun membidik Presiden Jokowi. Mereka menuntut Jokowi turun dari jabatannya sebagai orang nomer satu negeri ini.

Mereka beralasan Jokowi tak akan berpihak pada rakyat. Tandanya, waktu tindakan demo 4 November, Jokowi tak menjumpai massa yang telah menanti mulai sejak siang. Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyampaikan, apa pun status hukum pada Ahok, gerakan ini telah berencana menjatuhkan
kepemimpinan Jokowi.

" Apakah Ahok tersangka atau tak Jokowi mesti jatuh, " kata Ridwan.

Terlebih dulu, Kapolri memberi imbauan keras pada orang-orang supaya tak gampang terprovokasi. Terlebih, sekarang ini beberapa pihak tengah jadikan sosial media sebagai jalur menebarkan beberapa gosip berbau provokatif.

" Hanya saya minta hati-hati media sosial. Kita telah mengindikasi kalau media sosial ada grup yang mempunyai cyber troops atau cyber army. Grup yang memanglah berniat mereka berencana serta menyetting supaya orang-orang terprovokasi sedemikian rupa, " tegas Kapolri.

Isu-isu tidak terang itu, lanjut Kapolri, bikin kesempatan untuk menghancurkan negara serta bikin orang-orang bingung.

" Janganlah ingin diadu domba serta terprovokasi. Kita semuanya telah pilih iklim demokrasi seperti ini. Kita telah bagus bergerak jalan, pembangunan jalan serta ekonomi baik. Jangan pernah mundur. Mari kita berlaku lebih gawat, " harapnya.

" Janganlah gampang sekali lagi dipengaruhi medsos. Yang mungkin saja di setting pihak spesifik. Bila tidak akurat tidak usah dishare. Serta pakai akal yang jernih lihat persoalan ini, " katanya.

Diluar itu, Kapolri juga memohon orang-orang selalu ikuti sistem hukum masalah Ahok yang sekarang ini tengah jalan. Ia mengimbau telah tidak butuh lagi beberapa massa turun ke jalan. Bila tetaplah sekian, jadi telah bisa di pastikan bila tindakan itu bukanlah masalah Ahok.

" Lantaran ini telah masuk ranah hukum saya minta semuanya pihak berkelanjutan. Bila isunya memanglah permasalahan sangkaan penistaan agama, jadi mudah saja kita ikuti saja sistem hukumnya. Terang saat ini tersangka serta penyidikan kelak masuk step ke kejaksaan kawal, masuk step peradilan kawal, semua Indonesia bakal lihat serta media bakal lihat. Jadi bila ada yang ingin turun ke jalan lagi untuk apa? " tegas Kapolri.

" Bila ada yang ngajak turun ke jalan lagi terlebih bikin keresahan serta keributan? Hanya satu saja jawabannya, agendanya bukanlah permasalahan Ahok. Agendanya yaitu inkonstitusional, serta kita mesti melawan itu lantaran negara ada beberapa langkah inkonstitusional. (Tujuannya) Tembakannya bukanlah ke pak Ahok, " tegasnya.

Dalam soal ini, Kapolri malas merinci apa dari arti dari ucapannya. Tetapi, menurut dia, orang-orang telah dapat mengertinya.

" Demonya ini kalian saksikan sendiri. Bila itu berlangsung orang-orang dapat menilainya sendiri. (Menggulingkan pemerintahan) Itu kata situ. Silahkan nilai sendiri orang-orang. Lantaran orang-orang kita saat ini telah pada pandai. Serta orang-orang yg tidak gampang di pengaruhi, " ujarnya.

Subscribe to receive free email updates: